Jakarta Post: Menjauhkan diri dari video games dan segala bentuk hiburan teknologi tinggi, sekelompok anak sekolah mendapatkan kesempatan untuk mempelajari lebih banyak tentang pelajaran yang bersifat tradisional.
Para pelajar Sekolah Dasar, dengan seragam merah dan putihnya, baru-baru ini mengunjungi pameran Pekan Lingkungan Hidup di Jakarta Convention Center; di mana mereka berkesempatan untuk melihat-lihat dan turut serta dalam berbagai aktivitas, termasuk mengikuti seminar tentang lingkungan hidup.
Mereka terlihat sangat antusias turut serta dalam lomba kesenian mempergunakan kertas daur ulang pada saat mereka sedang dalam antrian mendapatkan ice cream yang disediakan oleh pihak penyelenggara, Pameran tersebut diselenggarakan dalam kaitannya dengan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia mulai tanggal 5 Juni, berakhir hari Minggu.
Walau demikian, perayaan pekan nasional tersebut mencapai puncaknya pada hari Senin, ditandai dengan penyerahan Penghargaan Kalpataru oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada para pemenang lingkungan hidup dalam upacara di Istana Bogor.
Murid-murid tersebut menyatakan telah mempelajari banyak hal mengenai lingkungan hidup dalam sebuah materi yang disampaikan dalam Program Pendidikan Lingkungan Hidup Kota Jakarta. “Selama pelajaran berlangsung, kami diajarkan bagaimana cara memadamkan kebakaran, baik yang kecil maupun yang besar”, ungkap Willy Pratama, 11, salah seorang siswa SDN 9 Cipinang Besar, Jakarta Timur.
“Apabila terjadi kebakaran besar, kami harus menghubungi pemadam kebakaran terdekat. Apabila terjadi kebakaran kecil, kami dapat memadamkannya dengan cara menyiramkan pasir pada api tersebut.”Salah seorang siswa yang lain, Z. Ahmad, 12, menambahkan bahwa ia telah mempelajari tentang penanganan limbah selama berlangsungnya pameran. Sementara itu, satu dari sekian guru sekolah yang hadir, Endang, mengatakan bahwa murid-muridnya mengikuti satu jam pelajaran mengenai lingkungan hidup setiap minggunya.
Materi pengajaran kebanyakan berpusat pada tips-tips ringan tentang bagaimana cara melindungi lingkungan. “Kami mengajarkan hal-hal yang berkaitan dengan usaha-usaha perlindungan lingkungan hidup, termasuk program pembersihan sungai, pakaian yang sehat dan cara penyimpanan air bersih. Kami juga mendidik mereka melalui contoh-contoh”, papar Endang.
Ia mengatakan bahwa lingkungan hidup merupakan isu sehari-hari yang dihadapi para siswa di daerah perkotaan dan berhubungan langsung dengan polusi dan bencana alam sebagai salah satu dampak kerusakan lingkungan. Jakarta termasuk dalam kota dengan tingkat polusi terburuk di dunia, kebanyakan disebabkan oleh meningkatnya jumlah kendaraan di kota-kota. Sampai hari ini ada sekitar dua juta mobil pribadi yang terdaftar di ibu kota.
Setiap tahun, sebagian daerah di Jakarta seringkali tergenang banjir. Berbagai usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah ini terhambat oleh kurang pedulinya penduduk terhadap perlindungan lingkungan hidup. Berkaitan dengan tawaran untuk meningkatkan pelajaran mengenai lingkungan hidup kepada para pelajar, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo dan Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar menandatangani perjanjian kerjasama, di mana kedua belah pihak setuju untuk mempersiapkan materi pendidikan lingkungan hidup serta melatih para guru untuk mengajarkan materi tersebut.
Kedua menteri setuju bahwa pengetahuan lingkungan hidup seharusnya disampaikan sedini mungkin kepada para siswa.Salah seorang panitia mengatakan bahwa program tersebut akan diperkenalkan secara nasional tahun depan, dengan pilot project yang berawal di Jakarta.
“Saat ini kami sedang dalam proses pembuatan draft materi dan memperkenalkannya kepada para stakeholder seperti NGO, guru, dan kantor-kantor pemerintah”, papar Hoetomo, Deputi Menteri Lingkungan Hidup Urusan Kebijakan, hari Jumat.
Sehubungan dengan masalah finasial, beliau mengatakan bahwa program tersebut hanya akan berlangsung di beberapa area.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar